HeaderBundaLillah

Membangun Writer Authority Lewat Konsep Ikigai

10 komentar

 

Writer Authority



Membangun Writer Authority Lewat Konsep Ikigai. Seorang penulis apalagi yang sedang belajar menuju writerpreneur, penting bagi mereka memiliki writer authority. Kalau diartikan secara lepas, writer authority adalah otoritas penulis. Masuk dalam makna ini adalah bagaimana dan tentang apa seorang penulis dikenal.

Mendengar kata Abah Ihsan, maka beliau tentu penulis parenting. Tere Liye yang orang kenal sebagai penulis fiksi ternama. Dan Brown, salah seorang penulis favorit Bunda, juga dikenal sebagai penulis fiksi dengan genre sejarah.

Dalam dunia blogger, authority ini mirip dengan niche. Kita mengenal beberapa blog yang concern di dunia parenting seperti Pop Mama, di dunia teknik blogging seperti blogspedia atau blog-blog lain yang fokus pada otomotif, skincare review dan lainnya.

Manfaat Writer Authority


Memilih untuk menulis tema gado-gado atau fokus di satu bidang adalah pilihan seorang penulis. Kedua pilihan itu memiliki konsekuensi dan manfaatnya masing-masing. Beberapa blogger bahkan memilih keduanya di platform blog yang berbeda. Ini juga tidak ada salahnya, karenanya nyatanya satu blogger bisa menggawangi beberapa blog.

Berikut beberapa manfaat ketika seorang penulis fokus pada satu niche:

a. Faktor Peringkat di Mesin Pencari


Algoritma akan memahami niche blog jika penulis konsisten menulis tema tertentu. Mesin pencari tentu akan memahami konten yang kita dengan lebih baik sehingga bisa memberi peringkat lebih tinggi dari waktu ke waktu.

b. Pembaca yang Ditargetkan


Konsistensi kita dalam menulis konten tertentu akan menarik pembaca yang paling membutuhkan informasi yang ada dalam blog kita. Ini membuat kita dapat menjaring audiens tertarget dengan baik. Kita pun dapat melakukan upaya agar pembaca akan kembali dan terus saja kembali.

c. Pengiklan yang Khusus


Hal ini bisa terjadi ketika perusahaan yang sesuai dengan niche kita, melihat performa yang baik dari lalu lintas blog dan tulisan-tulisan kita. Mereka tentu tertarik untuk melakukan promo di blog yang kita miliki. Sudah tentu, yang namanya iklan akan menghasilkan cuan, bukan?

Membangun Writer Authority


Coach Bunda di pelatihan Content Writer pernah mengatakan bahwa di kelas Mas Yoris Bastian, beliau menyampaikan pentingnya untuk mempunyai authority bagi seorang penulis. Bahasa beliau tentang ini adalah unique domain.

Membangun writer authority bisa dilakukan dengan konsep Ikigai, kata beliu lagi. Salah satu hal yang membantu branding diri kita.

Sayang sekali apabila tulisan kita sudah terkenal, tapi personal branding kita masih belum jelas. Apalagi dalam kompetisi digital seperti sekarang ini, banyak bermunculan penulis baru. Bagaimana orang bisa membedakan kita dengan penulis lainnya?

Untuk menjadi pembeda, kita perlu authority, perlu punya ciri khas, perlu jadi top of mind dalam kepala orang-orang. Ketika mencari tulisan topik tertentu, langsung ingat kepada kita.

Konsep Ikigai


Secara Bahasa, Ikigai memiliki arti alasan hidup. Pada dasarnya ini adalah alasan yang membuat kita semangat menjalani kehidupan setiap kali bangun tidur. Kebanyakan mereka mengatakan ini adalah “passion”, tapi Ikigai mencakup makna yang lebih luas dari itu.

Empat pilar Ikigai

1. Apa yang kamu cintai

2. Hal yang dibutuhkan dunia

3. Apa yang anda lakukan dan layak dibayar

4. Kecakapan kamu

Apabila dua pilar ini bersatu, maka akan menghasilkan hal hebat lainnya:

1. Passion = hal yang kamu cintai+kecakapan kamu

2. Misi = hal yang dibutuhkan dunia+apa yang kamu cintai

3. Vokasi = hal yang dibutuhkan dunia+hal yang anda lakukan dan layak dibayar

4. Profesi = Kecakapan kamu+hal yang anda lakkukan dan layak dibayar

Konsep Ikigai ini dipercaya membuat hati bahagia dan harapan hidup lebih panjang. Terbukti dari tempat asalnya, Okinawa yang memiliki lansia dengan usia di atas 100 tahun terbanyak di dunia.


Ikigai



Renungan Seorang Penulis


Mencermati konsep Ikigai di atas, sebenarnya bersesuaian dengan prinsip agama yang Bunda anut. Dalam Islam kita juga dianjurkan untuk bekerja pada hal yang kita cintai, Rasulullah pernah ditanya tentang ini oleh para sahabat.

عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ – رضي الله عنه – أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – سُئِلَ: أَيُّ اَلْكَسْبِ أَطْيَبُ? قَالَ: – عَمَلُ اَلرَّجُلِ بِيَدِهِ, وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ – رَوَاهُ اَلْبَزَّارُ، وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ.

Dari Rifa’ah bin Raafi’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai mata pencaharian yang paling baik? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Amalan seseorang dengan tangannya dan setiap jual beli yang diberkahi.” (HR. Al-Bazzar dan disahihkan oleh Al-Hakim).

Di sini Rasulullah mengajarkan bukan hanya berorientasi pada uang, tetapi mencari keberkahan dari pekerjaan yang dilakukan olah tangan kita sendiri.

Alquran juga mengajarkan untuk menjadi orang yang cakap dan memelihara bumi sebagai pemenuhan kebutuhan manusia.

وَلاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفاً وَطَمَعاً إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِين (56) وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْراً بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَاباً ثِقَالاً سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاء فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْموْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون (57) وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَالَّذِي خَبُثَ لاَ يَخْرُجُ إِلاَّ نَكِداً كَذَلِكَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُون (58)


Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS Al A’raf 56-58)

Berikut jawaban Bunda untuk 4 pertanyaan berbasis Ikigai:

1. Hal dan topik apakah yang kamu sukai

Tumbuh dengan banyak kegemaran dan cinta belajar, apapun itu, membuat Bunda sulit mencari spesialisasi. Berlama-lama merenung, sebenarnya apa topik yang selalu membuat Bunda lebih tertarik dari lainnya. Rupanya adalah tentang pendidikan, khususnya pendidikan keluarga.

Ada banyak komponen dalam pendidikan keluarga yang bisa digali. Mulai dari hubungan pasutri, hubungan ibu dan anak bahkan bisa melebar hingga konflik dengan mertua. Ups..

2. Apa yang menjadi kekuatan atau kelebihanmu

Berkaitan dengan pendidikan, Bunda memiliki pengalaman panjang tentang ini. Lahir sebagai anak dari orang tua yang notabene adalah guru, kemudian masuk pesantren dengan jurusan Kuliyyatul Mu’allimat (Pendidikan guru), ditambah pengalaman sebagai guru formal juga non formal selama bertahun-tahun sejak 1994. Satu lagi, Bunda juga diamanahi sebagai konsultan keluarga sejak 2015.

3. Apa yang pembaca butuhkan

Dunia pendidikan adalah dunia yang menarik dan penuh warna. Mengkhususkan diri pada pendidikan keluarga akan menjawab berbagai kebutuhan pembaca lebih mendalam.

Keyword yang banyak dicari berkaitan keluarga adalah masalah komunikasi, peran suami istri di rumah tangga, disiplin anak dalam rumah dan lainnya.

4. Topik apa yang kamu sukai dan membuat orang berani membayarmu

Pendidikan keluarga merupakan topik yang Bunda yakini masih bisa dieksplor lebih jauh. Dengan latar belakang yang Bunda miliki, insyaallah orang berani membayar tulisan Bunda.

Mudah-mudahan ke empat pilar yang diangkat dari konsep Ikigai ini bisa menjadi acuan Bunda dalam menulis. Menghasilkan tulisan, bukan hanya sekedar baik tapi juga bermanfaaat buat pembaca adalah mimpi nge-blognya Bunda selama ini. Dalam waktu dekat, insyaallah akan membuat domain dengan niche khusus mengenai pendidikan keluarga.

Membangun writer authority lewat konsep Ikigai tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak PR buat Bunda di sana. Tapi dengan banyak praktik, mudah-mudahan upaya ini juga akan membawa personal branding yang baik untuk Bunda. Doakan ya moms… Salam hangat

Related Posts

10 komentar

  1. Konsep ikigai terlihat mudah tapi sulit dicermati, ya Bun :(. Butuh waktu agak lama buat berpikir keras terlebih pada "apa yang bisa dibagi pada sesama atau apa yang dibutuhkan orang lain" hihi.. Namun, setelah baca ulasan Bunda Lillah jadi lebih paham, terima kasih Bunda :D

    BalasHapus
  2. Konsep Ikigai itu memang luas ya cakupannya, tapi baru tau banget kalau itu bisa diaplikasikan dalam hal menulis. Semoga semakin konsisten dalam membangaun writer authority-nya, to be better blogger

    BalasHapus
  3. Bundaaaaku... Selalu terdepan dalam menginspirasi. Dari dulu sering banget denger konsep ikigai, gegara kerja di perusahaan Jepang. Eh sekarang ketemu lagi.

    Bahkan konsep ikigai yang diberitakan relate banget dengan passion saat ini. Makin pas deh. Makasih sharingnya Bun, aku siap mengikuti jejak Bunda!

    BalasHapus
  4. BAru dengar istilah IKIGAI... Ini topiknya berat tapi diulas dengan gaya bahasa ringan. Bbuat saya, ini enak dibaca dan ngena. Makasih ya Bun...

    BalasHapus
  5. Sy pernH denger ikigai ini tapi nggak lebih dalam. Baca ini jadi paham dan tau lebih jauh. Sunguh menarik. Part pembahasan passion sampai profesi juga menghangatkan sekali, bunda. Terina kasih ulasannya ;)

    BalasHapus
  6. MasyaAllah, Bunda. aku baru tahu kalau ada empat pilar ikigai ini. Yang kupahami selama ini memang ikigai lebih ke passion sih. Makasih ya bundaa

    BalasHapus
  7. Udah dibuat penasaran sama judul. Ternyata bagus banget ya konsep ikigai itu.

    BalasHapus
  8. masya Allh krenn keren poll ini mah, bisa serapi dan rigid gini pembahasannya bunda.

    Sayang sekali apabila tulisan kita sudah terkenal, tapi personal branding kita masih belum jelas. jleb bnget ini.
    betul harusnya personal branding kita mewakili apa yg akan kita tawarkan atau butuhkn pembaca ya

    BalasHapus
  9. Waahhh,, waktu mengerjakan tugas ikigai ini aku belum benar nih.. Terima kasih bunda buat insight nya :D masih mencari" ikigai yang benar nih :D

    BalasHapus
  10. Ternyata ikigai ini bukan mengarah hanya ke passion saja ya.. eheheheh aku baru paham setelah baca tulisan ini lho mbaaa

    BalasHapus

Posting Komentar