HeaderBundaLillah

Tips Menaikkan Branding Seorang Writerpreneur Lewat Optimasi Media Sosial

Tips Personal Branding





Mengenal pertama kali kata branding lewat buku berserinya bapak Marketing Indonesia, Hermawan Kartajaya. Kata itu sudah lama dikenal di dunia bisnis dan marketing. Baru beberapa tahun belakangan menjadi viral karena sekarang lebih disempitkan sehingga bersifat individual. Itulah mengapa kemudian kita mendengar istilah personal branding.

Membangun branding bukan perkara mudah. Bagaimana customer bisa mengenali produk hanya dengan melihat logonya saja. Beberapa perusahaan besar saja perlu waktu lama sampai dikenal. Bahkan mereka pun harus melalui perubahan branding sesekali. Terbaru saat Unilever mengubah logonya yang kemudian mengundang banyak kontroversi di masyarakat.

Bukan tidak mungkin, tapi memang butuh usaha lebih agar orang bisa mengenal kita seperti apa yang kita inginkan. Kalau dianggap sebagai pencitraan, bisa jadi. Tapi sebagai muslim pun kita sendiri dituntut untuk menunjukkan bahwa kita muslim yang baik.

Pengertian Personal Branding


Personal branding memiliki makna sederhana yakni citra diri. Atau cara dimana seseorang membentuk citra dirinya sendiri sehingga persepsi masyarakat akan dirinya terbentuk lewat prestasi, keahlian serta perilaku. Dengan melakukan personal branding, kita bisa membentuk kepercayaan dan loyalitas dengan orang lain. Tentunya ini akan sangat membantu jika satu saat passion yang kita tekuni akan menjadi sumber usaha kita.

Dalam tulisan sebelumnya, Bunda pernah menuliskan beberapa manfaat personal branding, di antaranya:

1. Meningkatkan rasa percaya diri

Personal branding lahir dari passion, nilai yang kita pegang, tujuan hidup dan keahlian yang kita miliki. Meski setiap orang memiliki kelemahan, namun personal branding akan menampakkan kekuatan diri terlebih dahulu.
Personal branding yang kuat tentu akan membangun kepercayaan diri kita saat berinteraksi secara profesional. Seorang blogger dapat bekerja lebih maksimal karena tahu ketrampilan dan kelebihan yang dia tawarkan.

2. Memfokuskan diri pada apa yang mau kita capai

Tanpa disadari, keinginan untuk memperbaiki citra diri ini akan membuat kamu fokus pada apa yang harus dicapai. Kamu akan lebih peduli pada segala tindak tanduk maupun jejak digital yang akan tertinggal.
Seorang blogger yang memiliki niche blog programmer misalnya, tentu tidak akan secara tiba-tiba menulis bagaimana menjadi ayah yang baik di blognya. Sama sekali nggak salah, cuma salah arah.. 😍

3. Menunjukkan kredibilitas

Personal branding perlu terus dipoles agar bisa menunjukkan kredibilitas sebagai blogger. Di zaman serba teknologi ini , sangat mudah orang lain mencari siapa sebenarnya kita. Rekam jejak digital bertebaran di mana-mana yang bisa menaikkan performa seseorang atau bahkan meruntuhkannya.
Tidak perlu terlalu berlebihan dalam mempromosikan diri, cukup perlihatkan konsistensi dalam menulis dan tonjolkan kekuatan dalam spesialisasi yang kita ambil, hingga mendapatkan pengakuan.

4. Indikator evaluasi

Sebagaimana halnya semua perjalanan hidup, di ranah apapun tentu membutuhkan evaluasi. Banyak orang belum berhasil melakukan evaluasi atas dirinya sendiri. Beberapa orang cenderung hanya mencari kelemahan sehingga sulit berkembang jika tidak mampu memperbaikinya. Tapi banyak juga yang fokus hanya pada kelebihan sehingga merasa sudah cukup.
Karena evaluasi penting dalam membantu kita mengenali diri sendiri, maka personal branding dapat menjadi tolak ukur dalam perbaikan diri. Hal-hal yang tidak terkait dengan personal branding kita sebagai blogger, bisa kita abaikan sementara dalam proses evaluasi ini.

Mengenal Writerpreneur


Writerpreneur adalah sebuah istilah yang merupakan gabungan dua kata yaitu “writer” dan “entrepreneur.” Kata “writer” berarti penulis dan kata “entrepreneur” artinya pebisnis. Dengan demikian, arti writerpreneur itu sendiri adalah penulis yang berbisnis dengan menjual karyanya sendiri berupa tulisan.

Dipikir-pikir sebenarnya Bunda sudah melakukan ya. Sejak bergabung di sebuah komunitas penulisan, Bunda rutin mengikuti nulis buku bareng di sana. Setelah terbit, Bunda pun selalu berusaha untuk menjualnya lewat media sosial. Tapi ya belum tahu itu istilahnya adalah writerpreneur, dan baru ngeh ketika mengikuti kelas ODOP ini. Parah ya…

Seorang penulis pernah mengatakan bahwa profesi writerpreneur adalah orang yang mampu mengubah satu rim kertas kosong seharga 30.000 rupiah menjadi bernilai 30.000.000 rupiah. Nah, beberapa jurus jitu menjadi seorang writerpreneur adalah:

1. Update
2. Bersikap terbuka
3. Senang melakukan riset
4. Penuh dengan rasa penasaran
5. Konsisten dan pantang menyerah

Tips Optimasi Media Sosial


Setiap orang pasti memiliki alasan masing-masing saat menggunakan media sosial. Namun ada dua tujuan utama dalam menggunakan media sosial untuk bisnis yakni brand awareness dan promosi produk.

1. Ketahui lebih dalam siapa audiens


Salah satu manfaat besar media sosial adalah akses ke data pasar yang disediakannya. Dalam prosesnya, media sosial menyediakan akses beberapa data ke dalam bisnis. Kita bisa menggunakan data ini untuk melakukan analisis bisnis.

2. Pilih media sosial primer dan sekunder


Ada banyak sekali platform media sosial untuk pemula yang bisa digunakan untuk promosi. Tapi rasanya kita perlu fokus pada satu atau dua platform saja agar fokus sehingga mendapatkan manfaat yang besar.

3. Daur ulang konten lamamu


Salah satu cara terbaik menggunakan media sosial untuk pemula adalah dengan fokus membuat konten-konten berkualitas tinggi untuk lebih menarik minat calon pembeli.

Bisa jadi kita butuh effort lebih untuk memperbaiki tampilan konten, meski itu harus membuang beberapa postingan atau merefresh yang sudah lama agar sesuai dengan personal branding yang ingin kita bangun

4. Kembangkan konten


Promosi dengan menggunakan siaran langsung kini mulai dibanjiri peminat. Dengan live streaming, kita bisa berinteraksi langsung dengan calon pembeli, memberikan gambaran yang nyata akan produk yang kamu tawarkan bahkan hingga ke cara pemakaiannya.

5. Buat rencana konten

Untuk mendukung kesuksesan media sosial, jangan lupa untuk membuat jadwal. Selain kita akan lebih disiplin, perencanaan akan membuat hasil lebih baik.

Kesimpulan


Bertolak dari ini, Mommies yang sedang menekuni dunia tulis menulis, tidak lagi perlu khawatir, kegiatan ini tidak menghasilkan. Bunda yakin banyak Mommies yang sudah terbiasa bermain media sosial. Yuk mulai kita manfaatkan itu sebagai sarana meningkatkan personal branding, sehingga di luaran makin banyak yang tahu bahwa kita adalah penulis. Semangat!







Related Posts

Posting Komentar