HeaderBundaLillah

Merdeka di Tengah Pandemi

7 komentar

Merdeka Pandemi

 



Apa yang yang terbayang di benak mommies ketika mendengar kata merdeka? Masih relevankah berbicara tentang merdeka di tengah pandemi? Ya, kebanyakan kita seketika teringat gambar orang dengan kaki terentang seraya tangan mengepal lantas tertulis, merdeka! Heroik nilai kemerdekaan masih terjebak pada nuansa lepas dari penjajahan.

Tidak salah memang, karena kita sedang melekatkan pada jiwa anak-anak untuk tidak melupakan beratnya perjuangan para pahlawan. Bahwa kemerdekaan bukan pemberian cuma-cuma meskipun tentu semua tidak lepas dari berkat rahmat Allah Yang Maha Esa.

Lantas kemerdekaan macam apa yang masih kita miliki di masa pandemi seperti ini? Sekedar keluar rumah saja dibatasi, sekolah ditutup, rumah ibadah diatur dan yang harus bepergian pun penuh birokrasi. Kabarnya malah perlu bawa surat RT/RW, bah…macam kita mau nikah saja, hehehe.

Mendefinisikan Ulang Makna Kemerdekaan


Wacana ini sempat mencuat di berbagai obrolan juga di beberapa artikel. Kemungkinan timbul tidak hanya dari kondisi pandemi, tapi juga dari carut marutnya pengelolaan negeri ini. Mommies barangkali belakangan pernah melihat seliweran puisi karya maestro Taufik Ismail di media sosial? Yah, gambaran yang sangat menyedihkan dari sebuah negara yang sudah lama merdeka.

Merdeka yang kita miliki rasanya masih terbatas pada terlepasnya secara fisik, negeri kita dari penjajah. Tapi secara psikis, ekonomi, budaya, politik dan lain-lainnya, banyak yang merasa belum merdeka. Malahan kondisi pandemi membuat nilai merdeka semakin jauh rasanya.

Apapun, tak seharusnya kita berkecil hati, mommies. Rupanya dalam memaknai kemerdekaan pun, perlu berbesar hati menurunkan standar. Hal-hal yang masih belum mampu kita raih, jadikan itu sebagai tujuan perjuangan agar mimpi kita tak berhenti.


Merdeka di Tengah Pandemi

Tips Merdeka




Ternyata di situasi sulit seperti ini pun, masih banyak nilai-nilai kemerdekaan yang patut kita hargai.

1. Merdeka beribadah


Oke, memang betul ada pembatasan di setiap rumah ibadah, bahkan sebelumnya pernah ada perintah penutupan. Tapi beribadah tidak hanya tentang tempat, jika pun dibatasi, ini bagian dari rukhshah (keringanan) yang bisa diambil. Bukan ibadahnya yang dilarang, tapi tempatnya yang diamankan.

Bisa jadi ada yang berbeda pendapat, utamanya kaum lelaki yang memang menjadi kewajiban buat mereka salat di masjid lima waktu. Tapi buat kita para perempuan yang utamanya beribadah adalah di rumah, harus selalu disyukuri nikmat merdeka beribadah.

Mungkin buat para perempuan yang bekerja, pandemi ini menjadi keberkahan jika terkait dengan ibadah. Yang biasanya salat dikejar waktu, tidak sempat tilawah, maka di rumah insyaallah bisa mengatur waktu kerja dan ibadah dengan lebih baik.

2. Merdeka berkarya


Siapa bilang di rumah saja lantas membuat kita hanya rebahan, big no ya mommies. Berapa banyak orang yang pandai memanfaatkan peluang justru mendapatkan kesuksesan di masa pandemi ini.

Ada satu teman yang sebelum pandemi punya empat toko mainan anak di mal besar. Ketika pandemi menghantam, bisa dibayangkan betapa sulitnya jika mempertahankan toko-toko itu. Selain biaya sewa jalan terus (meski dikurangi 50%), gaji karyawan juga menjadi beban. Akhirnya dia tutup semua toko, lantas barang-barang dia jual murah di teras rumah.

Dia putar otak, akhirnya dia banting stir jual peralatan rumah tangga dari garasi rumah. Kemudian dia manfaatkan jaringan pertemanan dengan membuka reseller sebanyak-banyaknya. Kondisi yang serba online menguntungkannya. Bahkan dalam waktu setahun saja sejak pandemi, dia sudah membuka 3 outlet dengan reseller lebih dari 300 orang.

Belum lagi cerita-cerita lainnya yang bisa kita tiru jika mau. Ini bukan perkara mampu atau tidak, tapi tentang mau atau tidak mau. Berpikir kreatif dan bertindak cerdas, insyaallah kita bisa melalui pandemi dengan baik.

3. Merdeka belajar


Buat kebanyakan orang, anak tidak bisa berangkat ke sekolah adalah hal yang sangat menyedihkan. Termasuk juga bunda merasakannya. Dua anak bunda sudah bolak balik mengeluhkan kondisi belajar online yang tidak nyaman. Mereka sejatinya merindukan teman-teman.

Tapi lagi-lagi, bisa jadi ini saatnya kita mengubah mindset. Belajar di rumah juga bisa menyenangkan kok. Banyak hal di luar materi sekolah yang bisa mereka pelajari. Meskipun, lagi-lagi kembali pada kreatifitas orang tua juga si anak.

Buat kita yang sudah bukan anak sekolahan, masyaallah…kondisi pandemi justru menawarkan banyak hal yang bisa dipelajari. Berbagai webinar dari belahan dunia mana pun bisa kita ikuti. Boleh dibilang, inilah salah satu keberkahan dari masa pandemi. Banyak orang jadi melek teknologi.

Yuk mommies, kita rencanakan terus memperbaiki diri dengan banyak belajar. Mungkin bisa juga dengan ikut kelas moto seperti Bunda.

Kelas Moto
Lillah Arts


4. Merdeka bersyukur


Maksudnya apa ya Mom? Yah, dalam kondisi apapun, ternyata banyak hal yang patut kita syukuri. Pandemi memang meluluhlantakkan semua sendi kehidupan, memutarbalikkan logika dan membuat banyak orang rasanya tak berdaya.

Tapi dalam kondisi sempit seperti ini, ternyata banyak hal yang dulunya tak menjadi perhatian kita kemudian membuat kita terus bersyukur. Contoh mudahnya soal oksigen. Hal remeh yang sudah kita hirup sejak lahir hingga kita tak merasa bahwa itu adalah sebuah karunia.

Di badai pandemi ke dua ini, tiba-tiba tabung oksigen menjadi rebutan. Harga sebuah tabung yang normalnya di kisaran satu juta lantas melonjak hingga tiga kali lipat. Yang punya tabung pun belum tentu bisa dengan mudah mengisi ulang tabungnya, antri dan sering kosong. Bahkan beberapa rumah sakit tipe C pernah menutup pelayanan karena kehabisan oksigen.

Alhamdulillah, mungkin hanya itu yang patut kita ucapkan di tengah gegap gempita bulan kemerdekaatn kita. Sudah dua tahun kita rayakan ia dalam kondisi pandemi. Syukuri apapun kondisi kita saat ini, terus jaga kesehatan dan jangan lupa upgrading diri. Sejatinya kita tetap merdeka di tengah pandemic.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related Posts

7 komentar

  1. kalau kita bersyukur, sebenarnya masih banyak kemerdekaan yang kita miliki ya

    BalasHapus
  2. Hwah mantap hasil jepretan dari kelas foto nya bun. Alhamdulillah, kita masih diberi kemerdekaan untuk berkarya dan belajar ya di masa pandemi ini, tinggal kita syukuri aja ya bun

    BalasHapus
  3. Pandemi emang banyak mengajarkan tentang arti merdeka, apalagi soal bersyukur :")

    BalasHapus
  4. Merdeka...dalam banyak hal. Merdeka dari mas Covid juga kebahagiaan.

    BalasHapus
  5. Wuow, 300 reseller. Dan emang bener. Bukannya nggak bisa, tapi mau atau nggak mau yang bikin orang bisa maju #nunjukdirisendiri

    BalasHapus
  6. Bagaimanapun keadannya, pasti akan selalu ada sisi baik yang membuat kita bersyukur. Pandemi ini membuka mata kita tentang hal-hal seederhana yang sering diabaikan

    BalasHapus
  7. Merdeka untuk upgrade diri sih yg paling aku rasakan sekarang bu, karena alhamdulillah support suami yg luar biasa :)

    BalasHapus

Posting Komentar