HeaderBundaLillah

22 Tahun dan Akan Terus Bersama, Insyaallah

27 komentar

 

 

22 tahun anniversary



Jika banyak orang bilang 22 tahun itu lama, maka terangkum rasa dalam ingatan hanya sekelebat saja. Yang bunda sadari hanya makin menua kala menatap cermin. Semburat putih kiat lebat memenuhi selai-selai rambut dan bintik-bintik pigmentasi menghiasi wajah. Fakta usia bertambah tergambar jelas meski semangat mah, aahhh masih tujuh belas. Ups..

Kami pasangan yang terbiasa melakukan hal-hal berbeda di hari jadi. Yah sekedar jalan ke tempat yang menyegarkan mata, atau hanya sekedar makan di luar rumah. Tapi tiba-tiba tahun ini kepingiiin bikin sesuatu yang lebih. Bukan hanya membahagiakan kami berdua, harapannya bisa menebar kebaikan cinta bagi yang lainnya. Maka tercetuslah tantangan menulis di blog buat temen-temen cupuers dari kelas blogspedia batch1.

Excited! Itu yang saya rasakan. Menanti tulisan teman-teman yang terbiasa berselancar di jam Cinderella adalah dilemanya para penulis. Dengan tema “Merayakan Cinta”, masyaallah… sepuluh tulisan lahir dalam kemasan kata dan infografis yang ciamik. Sukaaaaa banget baca tulisan teman-teman yang ternyata bervariasi. Berkali-kali bahkan terpaksa menyusut air mata, keren memang.

Tidak Semua Berdasarkan Cinta Manusia


Selama ini selalu kita dengar, menikah berdasarkan cinta. Tanpa cinta, apa rasanya berumah tangga. Meski lucunya, jika ada apa-apa, cinta lagi yang disalahkan. “Makan tuh cinta!” Aihhh

Nyatanya dalam hidup, banyak rumah tangga diawali tanpa rasa cinta kepada pasangan. Mereka yang memilih jalan taaruf biasanya melalui ini. Dan bunda termasuk yang merasakannya. Bertukar informasi hanya melalui biodata yang dilanjut dengan kunjungan calon paksu ke rumah diantar semua teman-teman ngajinya. Ngobrol ngalor ngidul rame-rame mereka dengan Bapak.

Sampai saat bunda keluar, semua teman-teman ngajinya pindah ke kebun samping. Tinggal bunda, Bapak dan dia… Jangan ditanya kayak apa deg-degannya, seumur hidup belum pernah menjalin romansa. Dah nguatin hati, eh doi cuma tanya,”Kerja di mana?” Hhmmm.

Praktis proses hanya satu bulan dengan dua kali pertemuan, satu saat taaruf tadi, kedua saat khitbah. Tanpa ada surat-suratan atau teleponan, bagaimana akan tercipta rasa?

Lantas apa yang memantapkan hati? Hanya pasrah pada fragmen kehidupan yang Allah gariskan. Selanjutnya berusaha menjauhkan diri dari godaan pikiran yang datangnya dari setan. Benarkah dia jodoh saya? Gimana kalau gak sesuai harapan? Bisa gak memenuhi harapannya menjadi istri yang menyenangkan. Karena jarak dari khitbah ke nikah hanya dua pekan, alhamdulillah tidak punya waktu memikirkan hal negatif. Yakin aja Allah beri yang terbaik. Kalau pun dalam perjalanan ke depannya ada aral dan ujian, Allah pasti sudah titip penawarnya.

22 Tahun Bangun Cinta


Dear Love



Cinta itu nyatanya datang kemudian. Meski berusaha meminta, jika belum waktunya, ya tak mungkin tumbuh rasa.

Menikah saat masih kuliah, membuat bunda merasa single lagi di kampus. Tetap ceria dan heboh layaknya mahasiswa. Baru saat kembali ke rumah, terasa berbeda. Ada suami dan urusan rumah tangga yang harus ditunaikan. Paksu bucin, bunda nyantai. Hehehe

Satu bulan setelah pernikahan, tetiba paksu bilang ada meeting tiga hari di Puncak. Entah kenapa hati rasa tak menentuk saat packing keperluannya. Berhubung gak ada jadwal kuliah, jadi sempet nganter ke stasiun. Pas kereta yang bawa paksu ke Bogor tertutup pintunya, dari jendela doi dadah…dan turun deh air mata bunda. Ya Allah, inikah cinta?

Berjalan gontai pulang ke kontrakan yang jaraknya memang tidak terlalu jauh dari stasiun. Sepanjang jalan menyusuri tembok komplek DPR yang tinggi sambil sibuk menyusut hidung. Ada yang hilang, entah rasa aman atau mungkin rasa nyaman.

Gak seperti sekarang yang semua serba mudah ditopang teknologi, kala itu harus menahan 3 hari tanpa kabar apapun. Gak punya telepon apalagi handphone. Ahh, kalau dipikir-pikir, bisa jadi itu cara Allah menanamkan rasa cinta di hati bunda. Bermula kehilangan, jadi rindu eh terus jatuh cinta.

Pertanyaannya sekarang, masih cinta gak sih setelah 22 tahun berlalu? Bosen gak sih sama orang yang sama dalam rentang sekian lama?

Honestly, bunda tipikal orang yang gampang bosen. Zaman di pesantren, waktu kuliah, sering bosen kalau mainnya hanya dengan orang yang sama. Jadi kayak tupai deh, loncat sana loncat sini. Main sama semua teman dengan berbagai genre bahkan non muslim sekali pun. Jadi pas mau nikah sempet nanya sama kakak,”Ntar gue bosen gak yah ma doi?” Kakak yang tahu banget bunda juga orang yang cuek Cuma bilang,”Tarik ulur aja Lil, jangan cuek banget, ya jangan nempel banget.”

Jawaban dua pertanyaan di atas, masih dan gak. Cinta punya caranya sendiri menguat atau melemah dalam sebuah hubungan. Semua tergantung stimulan yang diberikan. 22 tahun itu pasti up and down, but never loose, alhamdulillah.

Bohong kalau bilang harus selalu romantis, itu sih kayaknya cuma di drakor yang memang semua serba disetting. Tapi kalau sering berantem, juga bahaya. Meski orang bilang berantem-berantem itu bumbunya rumah tangga, tapi kan kalau kebanyakan bumbu juga gak enak. Tetap ada luka terjejak di dua hati, sakit.

Jadi, tipsnya apa dong bisa bertahan selama ini?

Naaah…buat yang satu ini, kepoin aja tulisan teman-teman bunda ya. Jangan lupa siapin tisu!

1. Sasha

https://www.bundaimut.com/2021/02/tips-bahagia-merayakan-cinta.html

2. Septi

https://www.septiayuazizah.com/2021/02/merayakan-cinta-surat-cintaku.html

3. Zakia

https://www.zakiawida.com/2021/02/kunci-bahagia-merayakan-cinta.html

4. Febrina

https://www.mbakrib.com/2021/02/merayakan-cinta-pada-diri-sendiri.html

5. Martin

https://www.martinsetiawan.com/2021/02/merayakan-cinta.html

6. Nia

https://www.nmwardani.com/2021/02/celebrate-love-without-terms-condition.html

7. Yulia

https://www.yuliayul.com/2021/02/self-love-dalam-rangka-merayakan-cinta.html

8. Desi

https://www.desinoviany.com/2021/02/merayakan-cinta-dengan-sahabat-sejati.html

9. Tami

https://www.tamiasyifa.com/2021/02/merayakan-cinta-bersama-pandemi.html

10.

Nimas

https://www.nimasachsani.my.id/2021/02/merayakan-cinta-dalam-pernikahan.html

 

Who's the Winner?

Seperti bunda ceritakan di atas, ke sepuluh tulisan itu benar-benar mengaduk emosi dan mengubah cara pandang. Bahwa cinta harus disampaikan, bahkan dengan cara yang lebay sekali pun, toh sudah halal. Bertemu beragam tips merayakan cinta pada mereka yang bisa jadi lebih muda usia pernikahannya.

Satu tulisan lain mengajarkan untuk menyempurnakan cinta pada diri sendiri sebelum ke orang lain. Di lain tempat bertemu puisi yang menghentak hati, cinta kamu itu karena apa? Artikel dari satu-satunya peserta lelaki justru membuka sudut pandang cinta dari sisi suami.

Setelah galau seharian meski sudah dibantu coach dari sisi pemenuhan kaidah SEO, bunda memutuskan memberi hadiah kepada semua. Eh, tapi tetap harus ada pemenang dooong...hehehe

So, here they are the winners:

1. Septi Ayu Azizah
2. Martin Setiawan
3. Nia M Wardani

Congratulate for all of you, giving me another sight about love.

Barakallah lakum...terus berkarya dan terus rayakan cinta, hingga sampai nanti di titik 22 tahun dan seterusnya, insyaallah.


Related Posts

27 komentar

  1. Selamat teman-teman yang memenagkan tantangan, aku juga baca baper sendiri cerita teman-teman hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah...bagus-bagus ya mbak, gak heran deh bunda melow banget.

      Hapus
  2. Aku dong bayangin adegan bu Lillah anterin Pak One ke stasiun... Terus dadah2.. ya Allah.. kaya film yak..

    Mabruk anniv 22 ya bu.. till jannah insya Allah. Salam buat mas Aysar dan mas Umar.. sehat2 selalu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin waktu itu orang-orang pada ngeliatin, tapi lakonnya mah gak ngerti. Bodo amat yang penting dadah sambil mewek..hehehe

      Hapus
  3. Alhamdulilah menang hehe, terima kasih bu Lillah, mabruk anniv 22 ya bu. Till jannah insyaallah, titip salam untuk pak One

    BalasHapus
  4. Same with me, awal menikah sampai tanya dalam hati, kayak apa sih cinta itu kok nggak ada rasa kangen2nya kalau dia pergi. Sampai beberapa bulan kemudian. Proses dr ta'aruf sampai nikah 2 bulan. Dapat biodata awal Maret, nikah awal Mei.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha....ternyata sama2 culun soal cinta ya.

      Hapus
  5. MasyaAllah, Barakallah Bu Lil, terharu baca ceritanya.. Teringat waktu saya baru nikah, baru kenal sama suami, lagi menikmati masa pacaran, harus LDM. Nano-nano banget rasanya.

    Alhamdulillah, setelah sekian lama tak berani ikut challenge nulis, dapat bonus. Jazakillahu khair Bu Lil. Samawada til jannah, InsyaAllah. Mohon doa nya buat kami pasangan muda, semoga bisa bermanfaat seperti Bu Lil dan Pak One :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insyaallah....harus lebih baik dari kami mbak.
      Ditunggu ya ke rumah kalau dah luang.

      Hapus
  6. MasyaAllah Bunda, nggak menyangka dapat juara 3. Terima kasih sudah memilih. Dan terima kasih yang lebih besar lagi sudah mengadakan challenge ini, jadi ajang juga buat kami refleksi. Semoga Bunda Lillah tetap menginspirasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah....hasil dari coach juga sama, saya tinggal kompilasi.
      Barakallah ya mbak

      Hapus
  7. Masya Allah bund, bikin penasaran cerita lengkap awal kenal dan nikah gitu hhe

    BalasHapus
  8. Barokallah bunda atas 22 tahun bersama Pak one-nya. Selamat juga teman-teman yang sudah menang di tantangan kueren ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aammiien.....
      Padahal penasaran kalau pak Yonal ikut challenge

      Hapus
  9. Ya Allah bunda, barakallah untuk 22 th kebersamaan semoga makin menguat dan langgeng hingga surga. Jadi membayangkan gimana ya menikah hanya berselang 2 pekan pasca ta'aruf .. hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. seruuuu...
      nano-nano rasanya
      tapi yakin Allah pasti bantu

      Hapus
  10. Selamat buat kita berdua yang sudah mencapai di angka 22 ini. Alhamdulillah, semoga Allah tetap menjaga jodoh kita sampai di keabadian nanti ya, Bund.
    Terima kasih juga buat hadiahnya meski nggak menang. Alhamdulillah, barokalloh, semoga rezeki bunda dan keluarga berkah selalu. Aamiiin.

    BalasHapus
  11. Bund lillaaah... Ini tulisanya ngena banget buat saya yang akan menuju usia 10th menikah... Sehat² selalu ya bund.. rukun² dan langgeng until Jannaah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaammmiien.....
      Alhamdulillah mbak Sasha
      Enjoy your journey!

      Hapus
  12. Bagi aku yg belum menikah, tulisan bunda sangat menginspirasi. Doakan aku ya bund, semoga dipertemukan dengan jodoh yg tepat dan bisa bertahan dan menua bersama, pun semoga bunda selalu dipersatukan dengan suami baik di dunia maupun di akhirat nanti☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aammiien...ya robbal 'alamien
      Pantaskan diri, Allah akan menghadirkan yang mbak Yulia butuhkan.

      Hapus
  13. Aku selalu percaya, setiap pasangan ounya cerita yang berbeda ketika bertemu dengan jodohnya. Termasuk dalam perjalanannya juga, baarakallaahu lakum wa baraka alika wa jama'a bainakum fii khoir, semoga surga menjadi tempat pertemuan kita yg abadi ya bu :)

    BalasHapus
  14. Huwaaa, aku terharu bacanya..
    Kayak baca buku gituu.
    Penasaran sebelum kirim biodata ta'aruf itu gimana prosesnya.. Kok bs , atau ada yg jodohin ya bund?

    Nahh kan, aku mulai penasaran, berharap ada part selanjutnya utk cerita before sblm ta'aruf, hehehe

    BalasHapus
  15. Masya Allah bun. Taaruf dan khitbahnya singkat. Jika Allah sudah menakdirkan, hati kita juga akan dimantapkan. Jadi pengingat juga untuk aku yang masih single.
    Mabruk anniv 22 ya bunda. Semoga selalu bersama hingga surga

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email