HeaderBundaLillah

Seutama Jalan Dakwah

Tak semua orang mampu memahami makna melangkah di atas jalan dakwah. Tak semua mereka dapat mencerna apa yang diperbuat pelaku dakwah. Terlalu tinggi untuk diraih, ujar mereka. Tidak...sejatinya bukan seperti itu, setiap orang bisa melakukannya, hanya apakah mereka mau atau tidak.

Gambaran bahwa dakwah adalah berceramah di depan khalayak ramai, dengan retorika yang mumpuni, suara berapi2 dan mimik berani...kerap menyiutkan hati sesiapa yg ingin terjun di jalan ini. Apalagi jika harus bersaing dengan ustadz2 level televisi yang masyaallah luar biasa kemampuan dakwahnya, buang jauh2 pikiran itu.

Allah subhanahu wa ta'ala saat memerintahkan Rasulullah berdakwah, maka Rasul memulainya dari keluarga inti, kemudian kepada kerabatnya dalam lingkup yang lebih besar dan baru kepada masyarakat arab. 
Maka memulai dari lingkaran terkecil juga akan memudahkan langkah kita, memperbanyak jam terbang dan mengasah pengetahuan.

Sejatinya dakwah memang tidak mudah, ada banyak duri dan rintangan yang akan kita hadapi. Duri2 jalan dakwah biasa disebut dengan ujian dan fitnah. Ujian itu bermacam-macam bentuk dan jenisnya, ada berupa kemiskinan, musibah, teror, ancaman, intimidasi bahkan siksaan. Kesemuanya ini berpotensi membuat seseorang tergelincir, bahkan terjatuh dari jalan dakwah. Saat seorang pelaku dakwah terjatuh, biasanya dengan mudah ia akan meninggalkan medan dakwah. Jalan yang penuh keutamaan, jalan yang dimuliakan Allah dan jalan yang telah diwariskan Nabi kepada ummatnya.  

Allah Azza wajalla dalam banyak ayat di dalam Al Qur’an menjelaskan keutamaan berdakwah.   ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh  kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mereka adalah orang-orang yang  beruntung.”(QS.3:104). 

Saat masih ragu meniti jalan ini, ingatlah betapa banyak keutamaan yang Allah hamparkan di atasnya. Bahwa ini adalah jalan yang dilalui para Nabi dan Rasul, yang dengannya regenerasi hidayah berkelanjutan. Tidakkah ingin menjadi bagian dari pengikut Rasul, jika memang kita mencintainya.
Keutamaan lain sebagaimana perkataan Allah 
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah (menyeru) kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fushilat (41): 33).
Terlebih pahala berlipat ganda yang dapat diraih atas kesabaran kita bersama di atas jalan dakwah
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah swt memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili).
Berapakah jumlah malaikat, semut dan ikan yang ada di dunia ini? 
Bayangkan betapa besar kebaikan yang diperoleh oleh seorang da’i dengan doa mereka semua!

Masih belum yakin?
Maka simak sabda Rasulullah berikut ini....
Dari Hudzaifah bin Yaman ra dari Nabi Muhammad Saw beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian harus melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau Allah akan menurunkan hukuman dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya dan Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR Tirmidzi, beliau berkata: hadits ini hasan).
Maukah Allah selamatkan kita dari azabNya? Maka kuatkan hati untuk bersama menyemai kebaikan dimana pun kita berada. Hingga kelak kita layak menyandang gelar "khoiru ummah".

Tembalang, 16 Maret 2015 
02:38
















Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Follow by Email